Sejarah Singkah SMK Negeri 1 Kota Padang
Terbit: Wednesday, 29 October 2025
SMK Negeri 1 Padang adalah SMK pertama di Sumatera Barat yang didirikan tahun 1952 yang bernama Sekolah Teknologi Menengah (STM) Padang dengan Kepala Sekolah Bapak YOHAN ELANT, kampus pertama di SMA Negeri 1 Padang sekarang selama 6 bulan, dan di SMP 3 sekarang selama 18 bulan. Pada tahun 1954 STM Padang mendapat Kampus baru di Simpang Haru sekarang menjadi SMKN 2 Padang.
Bertambahnya jumlah penduduk usia sekolah dan berkembangnya teknologi serta besarnya animo masyarakat terhadap STM Padang, sementara daya tampung terbatas maka pada tahun 1975 STM Padang dikembangkan menjadi dua, STM Negeri 1 Padang di Simpang Haru dan STM Negeri 2 Padang di Andalas sekarang menjadi SMP 31 Padang. STM Negeri 2 Padang pindah ke lokasi baru di Lolong Padang sekarang menjadi SMK Negeri 5 Padang.
STM Negeri 1 Padang terus berkembang, kemajuan dan prestasinya selalu bertambah, lokasi Simpang Haru perlu dikembangkan pada tahun 1980 dibangunlah gedung baru di Jl. Mahmud Yunus Kampung Kelawi Kecamatan Kuranji Padang. Pemakaian gedung baru ini diresmikan oleh Bapak Dr. Daoed Yoesoef Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada hari Senin tanggal 8 Maret 1982. Sekarang bernama SMK Negeri 1 Padang.
Melihat kondisi kota Padang dan data pertumbuhan penduduknya selalu meningkat setiap tahunnya ± 2%, jumlah siswa yang dapat belajar di SMKN 1 Padang sebanyak 45 kelas untuk 9 program keahlian, kondisi diatas SMKN 1 Padang perlu dikembangkan lagi. Maka pada tahun 2002 SMK Negeri 1 Padang membuka jurusan baru yaitu Teknik Perikanan dan Kelautan dengan Program Keahlian Nautika Perikanan Laut dan Teknika Perikanan Laut yang disiapkan untuk menjadi calon siswa SMK Negeri 10 Padang. InsyaAllah tahun pemelajaran 2007/2008 Program Keahlian Nautika Perikanan Laut (NPL) dan Teknika Perikanan Laut (TPL) akan menempati lokasi baru SMKN 10 Padang, kampus SMK N 10 Padang sudah mulai dibangun tahun 2005 yang terletak di Jalan Mega No. 5 Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.
STM Padang adalah Sekolah Teknik Menengah pertama di Sumatera Barat yang didirikan tahun 1952, dengan Kepala Sekolah STM Padang yang pertama Yohan Elant. Ia adalah orang Belanda pertama di Sumatera Barat yang memimpin sebuah sekolah teknik setelah kemerdekaan. Yohant Elant yang menjabat dari tahun 1952-1953. Setelah itu digantikan oleh Christian Smith dari tahun 1953-1955 yang juga berasal dari Belanda. Pada waktu itu hanya 3 jurusan yang ada yaitu jurusan teknik mesin, jurusan teknik bangunan dan jurusan teknik listrik. Proses belajar mengajar pertamanya di SMA Negeri 1 Padang sekarang selama 6 bulan, dan di SMP 3 sekarang selama 18 bulan. Pada tahun 1954 STM 1 Padang menempati sekolah baru di Simpang Haru tahun 1997 menjadi SMK Negeri 2 Padang. Pada tahun 1975 STM Padang dikembangkan menjadi dua, STM Negeri 1 Padang di Simpang Haru dan STM Negeri 2 Padang di Andalas sekarang menjadi SMP 31 Padang. STM Negeri 2 Padang pindah ke lokasi baru di Lolong Padang sekarang menjadi SMK Negeri 5 Padang. STM Negeri 1 Padang terus berkembang, kemajuan dan prestasinya selalu bertambah, lokasi Simpang Haru perlu dikembangkan. Pada tahun 1980 dibangunlah gedung baru di Jl. Mahmud Yunus Kampung Kelawi Kecamatan Kuranji Padang. Pemakaian gedung baru ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Daoed Joesoef pada hari Senin tanggal 8 Maret 1982.[1]
Pada tahun 1981 pemerintah mendirikan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) di Kampung Kalawi, dengan tujuan sebagai tempat praktik siswa sekolah teknik yang dipusatkan dalam satu komplek, sehingga penyelenggaraannya lebih efisien dan efektif. Siswa STM Negeri 1 Padang yang sebelumnya belajar ilmu teori kejuruan dan praktik di sekolah dialihkan pada saat jam praktik melakukan praktiknya ke BLPT. Hal itu terjadi peralatan praktik yang kurang memadai di sekolah.[1]
Sekolah STM Negeri 1 Padang berdasarkan SK Menteri Pendidikan 103/4 kk.3/52 berganti nama menjadi SMK Negeri 1 Padang pada tanggal 7 Maret 1997 dengan nomor SK 036/O/1997. Perubahan nama tersebut bukan hanya dialami oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang saja tapi juga dialami oleh sekolah-sekolah yang mengambil alur kejuruan se Indonesia. Sekolah Menegah Kejuruan yang ada di Kota Padang ada sebanyak 22 sekolah yang terdiri dari 9 STM dan 13 SMEA yang menjadi SMK pada tahun 2013.[1]
Komentar Sejarah (1)
Angga Yunanda, M.Pd
22 December 2025 pukul 08:09Sejarah sekolah ini sangat inspiratif. Dari awal berdiri hingga berkembang seperti sekarang menunjukkan perjuangan yang luar biasa. Semoga sekolah ini terus maju dan melahirkan generasi yang berprestasi. Sejarah sekolah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah fondasi penting bagi masa depan. Terus berkarya dan berinovasi untuk dunia pendidikan.